<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945</id><updated>2011-07-07T19:08:10.862-07:00</updated><category term='dewi kemakmuran'/><category term='legenda dewi sri'/><category term='nasi uduk betawi'/><category term='dewi padi'/><category term='asal usul suku nias'/><category term='kuta beach'/><category term='rujak cingur'/><category term='masakan tradisional betawi'/><category term='nasi lemak'/><category term='Ulos'/><category term='gunung di Indonesia'/><category term='tradisi Batak'/><category term='toba lake'/><category term='pulau Samosir'/><category term='seni suku banjar'/><category term='khas jawa timur'/><category term='menu sarapan'/><category term='kesenian suku banjar'/><category term='pariwisata di pulau Sumatera'/><category term='pantai kuta'/><category term='natuna'/><category term='cingur'/><category term='suku di Indonesia'/><category term='legenda di Indonesia'/><category term='pulau Bali'/><category term='pantai di pulau Bali'/><category term='legenda danau Toba'/><category term='iklim di natuna'/><category term='gunung semeru'/><category term='kisah dewi padi'/><category term='kepulauan natuna'/><category term='kuliner Indonesia'/><category term='gunung tertinggi di pulau Jawa'/><category term='suku banjar'/><category term='alam Indonesia'/><category term='kebanggaan suku Batak'/><category term='dewi sri'/><category term='petis'/><category term='danau toba'/><category term='legenda di semeru'/><category term='suku nias'/><category term='rujak khas surabaya'/><category term='kepulauan nias'/><category term='sumber daya alam natuna'/><category term='adab suku Batak'/><category term='indonesian nature'/><title type='text'>Indonesia is a beautiful country</title><subtitle type='html'>budaya, tradisi, alam, seni, kuliner, etc</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-1209484088210285048</id><published>2009-09-08T23:48:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T23:49:38.503-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepulauan natuna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natuna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber daya alam natuna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iklim di natuna'/><title type='text'>Kabupaten Natuna</title><content type='html'>Kabupaten Natuna, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Natuna terletak paling utara Indonesia. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia, Riau, dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat. Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea dan Taiwan. Kabupaten ini terkenal dengan penghasil Minyak dan Gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 14.386.470 barel, sedangkan gas bumi 112.356.680 barel.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kondisi fisiknya, Kabupaten Natuna merupakan tanah berbukit dan bergunung batu. Dataran rendah dan landai banyak ditemukan di pinggir pantai. Ketinggian wilayah antara kecamatan cukup beragam, yaitu berkisar antara 3 sampai dengan 959 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 2 sampai 5 meter. Pada umumnya struktur tanah terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan yang tanah dasarnya mempunyai bahan granit, dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklim di Kabupaten Natuna sangat dipengaruhi oleh perubahan arah angin. Musim kemarau biasanya terjadi pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Juli. Curah hujan rata-rata berkisar 137,6 milimeter dengan rata-rata kelembaban udara sekitar 83,17 persen dan temperatur berkisar 27,10 celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain letaknya yang strategis kawasan Pulau Natuna dan sekitarnya pada hakikatnya dikaruniai serangkaian potensi sumber daya alam yang belum dikelola secara memadai atau ada yang belum sama sekali, yang meliputi: Sumber daya perikanan laut yang mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun dengan total pemanfaatan hanya 36%, yang hanya sekitar 4,3% oleh Kabupaten Natuna. Pertanian &amp; perkebunan seperti ubi-ubian, kelapa, karet, sawit &amp; cengkeh Objek wisata: bahari (pantai, pulau selam), gunung, air terjun, gua, dan budidaya Ladang gas D-Alpha yang terletak 225 km di sebelah utara Pulau Natuna (di ZEEI) dengan total cadangan 222 trillion cubic feet (TCT) dan gas hidrokarbon yang bisa didapat sebesar 46 TCT merupakan salah satu sumber terbesar di Asia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-1209484088210285048?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/1209484088210285048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/09/kabupaten-natuna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/1209484088210285048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/1209484088210285048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/09/kabupaten-natuna.html' title='Kabupaten Natuna'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-6390032674631087688</id><published>2009-08-26T21:15:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T21:21:23.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suku nias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal usul suku nias'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suku di Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepulauan nias'/><title type='text'>Suku Nias</title><content type='html'>&lt;div&gt;Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kasta : Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah "Balugu". Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Asal Usul&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Mitologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut masyarakat Nias, salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut "Sigaru Tora`a" yang terletak di sebuah tempat yang bernama "Tetehöli Ana'a". Menurut mitos tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana'a karena memperebutkan Takhta Sirao. Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Penelitian Arkeologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penelitian Arkeologi telah dilakukan di Pulau Nias sejak tahun 1999 dan hasilnya ada yang dimuat di Tempointeraktif, Sabtu 25 November 2006 dan di Kompas, Rabu 4 Oktober 2006 Rubrik Humaniora menemukan bahwa sudah ada manusia di Pulau Nias sejak 12.000 tahun silam yang bermigrasi dari daratan Asia ke Pulau Nias pada masa paleolitik, bahkan ada indikasi sejak 30.000 tahun lampau kata Prof. Harry Truman Simanjuntak dari Puslitbang Arkeologi Nasional dan LIPI Jakarta. Pada masa itu hanya budaya Hoabinh, Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias, sehingga diduga kalau asal usul Suku Nias berasal dari daratan Asia di sebuah daerah yang kini menjadi negara yang disebut Vietnam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-6390032674631087688?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/6390032674631087688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/suku-nias.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/6390032674631087688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/6390032674631087688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/suku-nias.html' title='Suku Nias'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-1548784414930673953</id><published>2009-08-26T20:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T21:03:55.380-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesenian suku banjar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suku banjar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni suku banjar'/><title type='text'>Seni tradisional Banjar</title><content type='html'>&lt;div&gt;Suku banjar adalah suku bangsa yang sebagian besar menempati wilayah provinsi kalimantan selatan, sebagian wilayah kalimantan timur, tengah terutama kawasan dataran dan bagian hilir dari daerah aliran sungai. Adapun kesenian yang mereka miliki antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Seni Tari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seni Tari suku Banjar terbagi menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana (kraton), dan seni tari yang dikembangkan oleh rakyat. Seni tari kraton ditandai dengan nama "Baksa" yang berasal dari bahasa Jawa (beksan) yang menandakan kehalusan gerak dalam tata tarinya. Tari-tari ini telah ada dari ratusan tahun yang lalu, semenjak zaman hindu, namun gerakan dan busananya telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi dewasa ini. Contohnya, gerakan-gerakan tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan adab islam mengalami sedikit perubahan. Seni tari daerah Banjar yang terkenal misalnya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Baksa Kembang, dalam penyambutan tamu agung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Baksa Panah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Baksa Dadap&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Baksa Lilin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Baksa Tameng&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Radap Rahayu, dalam upacara perkawinan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Kuda Kepang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Japin/Jepen&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Tirik&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Gandut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seni Karawitan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Gamelan Banjar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gamelan Banjar Tipe Keraton&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gamelan Banjar Tipe Rakyatan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Lagu Daerah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagu daerah Banjar yang terkenal misalnya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Ampar-Ampar Pisang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Sapu Tangan Babuncu Ampat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Paris Barantai&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Seni Anyaman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seni anyaman dengan bahan rotan, bambu dan purun sangat artistik. Anyaman rotan berupa tas dan kopiah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Seni Lukisan Kaca&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seni lukisan kaca berkembang pada tahun lima puluhan, hasilnya berupa lukisan buroq, Adam dan Hawa dengan buah kholdi, kaligrafi masjid dan sebagainya. Ragam hiasnya sangat banyak diterapkan pada perabot berupa tumpal, sawstika, geometris, flora dan fauna.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Seni Tatah/Ukir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Motif jambangan bunga dan tali bapilin dalam seni tatah ukir Banjar&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seni ukir terdiri atas tatah surut (dangkal) dan tatah babuku (utuh). Seni ukir diterapkan pada kayu dan kuningan. Ukiran kayu diterapkan pada alat-alat rumah tangga, bagian-bagian rumah dan masjid, bagian-bagian perahu dan bagian-bagian cungkup makam. Ukiran kuningan diterapkan benda-benda kuningan seperti cerana, abun, pakucuran, lisnar, perapian, cerek, sasanggan, meriam kecil dan sebagainya. Motif ukiran misalnya Pohon Hayat, pilin ganda, swastika, tumpal, kawung, geometris, bintang, flora binatang, kaligrafi, motif Arabes dan Turki.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-1548784414930673953?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/1548784414930673953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/seni-tradisional-banjar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/1548784414930673953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/1548784414930673953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/seni-tradisional-banjar.html' title='Seni tradisional Banjar'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-8284511963935553100</id><published>2009-08-22T00:29:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T00:40:19.952-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesian nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pulau Samosir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='danau toba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toba lake'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='legenda danau Toba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pariwisata di pulau Sumatera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam Indonesia'/><title type='text'>Danau Toba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-g1p0j6HI/AAAAAAAAABE/JKa0Ytm9-4w/s1600-h/180px-Danau_Toba.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-g1p0j6HI/AAAAAAAAABE/JKa0Ytm9-4w/s320/180px-Danau_Toba.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372689724096112754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejarah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sumber:&lt;a href="http://akucintaindonesia.net/"&gt; http://akucintaindonesia.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-8284511963935553100?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/8284511963935553100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/danau-toba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/8284511963935553100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/8284511963935553100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/danau-toba.html' title='Danau Toba'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-g1p0j6HI/AAAAAAAAABE/JKa0Ytm9-4w/s72-c/180px-Danau_Toba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-6786931980788840150</id><published>2009-08-22T00:04:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T00:25:46.247-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai kuta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pulau Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai di pulau Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuta beach'/><title type='text'>Pantai Kuta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-daEvAWgI/AAAAAAAAAAs/4Wfy5pA2lPk/s1600-h/200px-PantaiKutaSore.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-daEvAWgI/AAAAAAAAAAs/4Wfy5pA2lPk/s320/200px-PantaiKutaSore.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372685951749347842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sumber: &lt;a href="http://akucintaindonesia.net/"&gt;http://akucintaindonesia.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-6786931980788840150?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/6786931980788840150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/pantai-kuta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/6786931980788840150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/6786931980788840150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/pantai-kuta.html' title='Pantai Kuta'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-daEvAWgI/AAAAAAAAAAs/4Wfy5pA2lPk/s72-c/200px-PantaiKutaSore.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-7039907511324264963</id><published>2009-08-21T23:36:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T23:47:32.772-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rujak cingur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rujak khas surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khas jawa timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cingur'/><title type='text'>Rujak Cingur ( rujak khas Jawa Timur)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-Uc24rCYI/AAAAAAAAAAk/ZZl0pjJwKkU/s1600-h/250px-Rujakcingur.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-Uc24rCYI/AAAAAAAAAAk/ZZl0pjJwKkU/s320/250px-Rujakcingur.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372676103966755202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Bila mendengar kata rujak pasti yang terlintas di benak kita adalah aneka buah-buahan seperti nanas, kedondong, papaya agak matang, mangga muda, bengkoang ditemani bumbu uleknya yang terbuat dari kacang tanah yang digoreng, gula merah, garam dan cabe. Itu memang resep rujak yang biasa kita temui dan mayoritas orang suka dengan rujak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun di daerah Jawa Timur khususnya daerah asalnya yakni Surabaya terdapat rujak yang lain dari yang lain. Namanya rujak cingur yang biasanya terdiri dari irisan buah-buahan seperti ketimun krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur), bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong tahu tempe, bendoyo dan cingur serta beberapa sayuran seperti tauge, kangkung dan kacang panjang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua bahan rujakan tersebut dicampur dengan saus atau bumbu yang dibuat dari olahan petis udang, gula/gula merah, cabe, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam dan irisan tipis pisang biji (pisang klutuk) yang masih muda. Semua bumbu diuleg dan bila sudah menyatu, diencerkan dengan sedikit air matang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam penyajiannya rujak cingur dibedakan menjadi dua macam, yakni penyajian ‘biasa’ dan ‘matengan’. Pada penyajian ‘biasa’ atau umumnya berupa semua bahan yang telah disebutkan diatas, sedangkan ‘matengan’ hanya terdiri dari bahan-bahan yang matang saja; lontong, tahu, tempe, bendoyo dan sayur yang telah digodok tanpa buah-buahan. Namun keduanya memakai saus/bumbu yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Disebut rujak cingur karena bumbu olahan yang digunakan adalah petis udang dan irisan cingur. Hal inilah yang membedakan dengan rujak pada umumnya. Rujak cingur biasa disajikan dengan krupuk sebagai tambahan dan disajikan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber: &lt;a href="http://akucintaindonesia.net/"&gt;http://akucintaindonesia.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-7039907511324264963?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/7039907511324264963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/rujak-cingur-rujak-khas-jawa-timur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/7039907511324264963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/7039907511324264963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/rujak-cingur-rujak-khas-jawa-timur.html' title='Rujak Cingur ( rujak khas Jawa Timur)'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-Uc24rCYI/AAAAAAAAAAk/ZZl0pjJwKkU/s72-c/250px-Rujakcingur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-5044580715193614395</id><published>2009-08-21T23:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T23:36:53.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasi uduk betawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasi lemak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masakan tradisional betawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menu sarapan'/><title type='text'>Nasi Uduk, menu sarapan berkalori tinggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-R8t332xI/AAAAAAAAAAc/kNRMMAxzMXM/s1600-h/uduk.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-R8t332xI/AAAAAAAAAAc/kNRMMAxzMXM/s320/uduk.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372673352768412434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Nasi uduk merupakan makanan khas betawi yang terbuat dari nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan kelapa serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai dan merica.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Makanan ini biasa dihidangkan dengan emping atau kerupuk goreng, tahu goreng, telur dadar yang sudah diiris-iris, abon, kering tempe, bawang goreng, ayam goreng dilengkapi dengan sambal dari kacang dan lalapan berupa ketimun, kol ataupun daun kemangi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nasi uduk kerap dijadikan menu sarapan karena tingginya kalori dan lemak yang terkandung didalamnya sehingga dapat menunjang aktifitas sehari-hari. Oleh karena itu hidangan ini sering kita jumpai banyak dijual di pagi hari&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-5044580715193614395?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/5044580715193614395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/nasi-uduk-menu-sarapan-berkalori-tinggi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/5044580715193614395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/5044580715193614395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/nasi-uduk-menu-sarapan-berkalori-tinggi.html' title='Nasi Uduk, menu sarapan berkalori tinggi'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-R8t332xI/AAAAAAAAAAc/kNRMMAxzMXM/s72-c/uduk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-4034186233979346278</id><published>2009-08-21T23:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T23:31:28.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='legenda di Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dewi padi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dewi sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dewi kemakmuran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah dewi padi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='legenda dewi sri'/><title type='text'>Dewi Sri, Dewi Kemakmuran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-PzQp_ToI/AAAAAAAAAAU/ftTlIH8WDmw/s1600-h/dewisri.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-PzQp_ToI/AAAAAAAAAAU/ftTlIH8WDmw/s320/dewisri.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372670991283474050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Padi merupakan komoditi pokok di Indonesia. Yang menarik dari padi adalah sebuah mitologi Jawa kuno tentang tanaman padi dan hal ini mengacu kepada Dewi Sri atau Dewi Shri yang lebih di kenal dengan dewi Kesuburan yang merupakan Dewi bercocok tanam dari Orang Jawa dan Bali. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang Jawa tradisional memiliki tempat khusus di tengah rumah mereka untuk Dewi Sri agar mendapatkan kemakmuran yang dihiasi dengan ukiran ular. Di masyarakat pertanian, ular yang masuk ke dalam rumah tidak diusir karena ia meramalkan panen yang berhasil, sehingga malah diberi sesajen. Di Bali, mereka menyediakan kuil khusus untuk Dewi Sri di sawah. Orang Sunda memiliki perayaan khusus dipersembahkan untuk Dewi Sri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dewi sri memiliki amat banyak versi cerita, salah satunya adalah versi cerita dari Jawa Timur yang menceritakan Dewi Sri bersaudara dengan laki-laki yang bernama Sadana dan memiliki ayahanda bernama raja Purwacarita. Seperti yang di ceritakan dalam&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Serat babad ila-ila”, jkt 1986, hal 57-63 alih Bahasa Oleh : Mulyono Sastro Naryatno , jilid I, proyek penerbiitan buku sastra dan daerah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dewi Sri dan Raden Sadhana adalah kakak beradik. Karena mereka tidak mau tinggal di kraton, maka oleh ayahandanya Prabu Purwacarita mereka dikutuk, Dewi Sri menjadi ular sawah dan Raden Sadhana menjadi burung Sriti. Kemudian mereka pergi entah kemana. Perjalanan dewi sri atau ular sawah lebih banyak halangan daripada raden Sadhana sebagai burung Sriti .&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya Ular sawah sampai di negeri wirata, berhenti sebentar didusun Wasutira lalu tidur melingkar ditengah-tengah padi. Didusun Wasutira inilah Ular sawah diletakkan di Petanen. Ular sawah itu nantinya akan menjaga bayi yang dikandung oleh Ken Sanggi atau istri dari Kyai Brikhu, sebab bayi yang dikandung itu adalah titisan Dewi Tiksnawati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apabila ular itu mati , maka bayi itu juga akan mati. Demikianlah pada malam hari Ken Sanggi melahirkan anak perempuan dengan selamat. Maka Kyai Brikhu dalam memelihara ular sawah itu sangat berhati-hati jangan sampai mati. Sewaktu Kyai Brikhu tertidur , ular sawah itu seakan-akan berkata agar jangan diberi makan katak melainkan sesaji berupa sirih ayu, bunga serta lampu yang menyala terus. Setelah kyai Brikhu terbangun dari tidur langsung menyiapkan sesaji seperti apa yang diminta ular sawa tadi. Dewi Tiksnawati yang menitis pada tubuh bayi itu membuat huru hara di tempat kediaman dewa-dewa karena Dewi Tiksnawati tanpa memberi tahu atau ijin dari Sang Hyang Jagadnata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sang Hyang Jagadnata menjadi murka dan mengutus para dewa untuk memberi bancana pada sang Bayi. Akan tetapi gagal karena kena pengaruh tolak bala yang diberi kan Kyai Brikhu dari Ular sawa tadi. Setelah beberapa kali gagal tahulah Sang Hyang Jagadnata bahwa semua itu berasal dari Dewi Sri. Kemudian Sang Hyang Jagadnata atau Batara Guru mengutus para bidadari untuk memanggil Dewi Sri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dia akan dijadikan bidadari untuk melengkapi bidadari yang ada dikhayangan. permintaan Sang Hyang Jagadnata diterima oleh Dewi Sri, akan tetapi ia mohon agar Raden Sadhana yang dikutuk menjadi burung Sriti agar dapat diruwat menjadi manusia kembali. Ternyata Raden Sadhana telah diruwat menjadi manusia oleh Bagawan Brahmana Marhaesi putra dari Sang Hyang Brahma. Kemudian Raden Sadhana dikimpoikan dengan putri yang bernama Dewi Laksmitawahni. Apabila telah berputra, Raden Sadhana akan diangkat menjadi dewa. Kemudian ular sawa diruwat menjadi Dewi Sri kembali oleh para bidadari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepeninggal para bidadari, Kyai Brikhu ketika tengah membersihkan petanen terkejut melihat ular sawa lenyap. Yang ada hanya seorang wanita cantik. Kyai Brikhu akhirnya tau bahwa Dewi Sri adalah putri dari Prabu Mahapunggung dinegeri Purwacarita. Sebelum Dewi Sri meninggalkan Kyai Brikhu dan keluarganya dia berpesan agar memberikan sesajen didepan petanen atau kamar tengah agar sandang pangannya tercukupi.setelah itu Dewi Sri moksa dan juga Raden Sadhana kembali ke khayangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itulah sebabnya pada sethong tengah pada rumah jawa selalu diberi gambar ular naga sebagai lambang kewanitaan. Yaitu Dewi Sri yang memberikan kemakmuran. Para petani apabila ada ular sawah masuk kedalam rumah dijadikan pertanda bahwa sawahnya akan diberikan hasil yang baik. atau banyak rejeki. Karenanya mereka tidak mau mengganggu ular sawah dan memberi sesaji.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sumber:&lt;a href="http://akucintaindonesia.net/"&gt;http://akucintaindonesia.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-4034186233979346278?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/4034186233979346278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/dewi-sri-dewi-kemakmuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/4034186233979346278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/4034186233979346278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/dewi-sri-dewi-kemakmuran.html' title='Dewi Sri, Dewi Kemakmuran'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So-PzQp_ToI/AAAAAAAAAAU/ftTlIH8WDmw/s72-c/dewisri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-3722472829696276613</id><published>2009-08-21T23:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T23:24:09.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gunung di Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gunung semeru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='legenda di semeru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gunung tertinggi di pulau Jawa'/><title type='text'>Gunung Mahameru Puncak Abadi Para Dewa</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;i&gt;Mahameru&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;berikan Damai-nya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;di dalam beku Arcapada&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Mahameru&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Sebuah legenda tersisa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Puncak abadi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;para- "Dewa".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Bersama Sahabat mencari damai,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;mengasah Pribadi mengukir Cinta.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zaman dahulu kala, ada sebuah Gunung yang teramat angkuh, menjulang tinggi ke angkasa hingga memembus sampai ke kayangan. Oleh seorang "Punakawan" yang terkenal yaitu "Semar", gunung tersebut di tendang dan pecah menjadi tiga bagian di antaranya : Gunung semeru (2.947 meter di Atas Permukaan laut/ DPL), di daerah Sumber, Malang Jawa Timur dan merupakan Puncaknya. kemudian Bromo (2.392 meter di atas permukaan laut/ DPL) dan terakhir Gunung Mahameru (3.676 meter di atas permukaan laut/ DPL).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikianlah asal-muasal terbentuknya pegunungan Semeru menurut Kisah Pewayangan. Seperti slogan acara misteri di salah satu televisi swasta, "Percaya Ga percaya!, tergantung Anda menyikapinya!".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gunung Mahameru atau dengan nama lainnya adalah gunung Semeru merupakan gunung yang terdapat di pulau jawa, tentu saja di negri kita tercinta Indonesia (cia.. ellahh!!). Sebenarnya ada juga nama Gunung lain yang sama yaitu Semeru, yang terdapat di pulau Jawa sebelah Timur yang bersebelahan dengan gunung Argopuro. Mahameru merupakan gunung yang tertinggi di pulau Jawa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mahameru atau Semeru memiliki ketinggian 3.676M Di atas Permukaan Laut (3.676M DPL) dan sampai saat ini merupakan gunung Merapi yang masih sangat Aktif. Mahameru memiliki bentuk kerucut sempurna jika di lihat dari kejauhan, tapi sebenarnya tidak begitu di puncaknya Gunung ini berbentuk seperti Kubah yang sangat luas dan bertebing-tebing. Kawahnya di sebut Kawah Jongring Saloka, di mana setiap kira-kira 20 menit sekali menyemburkan abu Vulkanik berwarna abu-abu kehitaman dan bercampur dengan pasir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sumber: &lt;a href="http://akucintaindonesia.net"&gt;http://akucintaindonesia.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-3722472829696276613?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/3722472829696276613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/gunung-mahameru-puncak-abadi-para-dewa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/3722472829696276613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/3722472829696276613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/gunung-mahameru-puncak-abadi-para-dewa.html' title='Gunung Mahameru Puncak Abadi Para Dewa'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22188343968444945.post-5277753853419677111</id><published>2009-08-21T21:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T22:00:18.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebanggaan suku Batak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tradisi Batak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adab suku Batak'/><title type='text'>"Ulos Batak”, dikenal sebagai Jati diri orang Batak sesuai Budaya dan Adatnya.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So97T3YqkWI/AAAAAAAAAAM/FV7qa3dSiXU/s1600-h/ulos.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 84px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So97T3YqkWI/AAAAAAAAAAM/FV7qa3dSiXU/s320/ulos.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372648461691425122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Orang Batak sudah dikenal sebagai “Bangso”, kenapa..?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dahulu sudah memiliki Kerajaan sendiri, Mardebata Mulajadi Nabolon (“pencipta yang maha besar”), memiliki Surat Aksara Batak, dan sudah pernah memiliki Uang tukar yakni Ringgit Batak (“Ringgit Sitio Suara”), uning-uningan namarragam (“musik”), memiliki Budaya Adat, dan mempunyai Hukum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun sekarang ini sudah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan orang Batak Toba sudah banyak yang tidak mengetahui bahasa daerahnya sendiri, melihat perkembangan teknologi sekarang ini, tor-tor Batak sudah banyak yang tidak mengetahuinya, bahkan dewasa ini Ulos Batak tidak dikenal jenis-jenis dan Fungsinya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2 Musa 19 ayat 10:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dung i didok Jahowa ma tusi Musa laho maho tumopot bangso i jala urasi nasida sadarion dohot marsogot asa ditatap nasida Ulos na.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan dasar ini Bersama Toba dot Com, mensosialisasikan Jenis dan Fungsi Ulos Batak:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I.Ulos Antak-Antak, dipakai selendang orang tua melayat orang meninggal, dan dipakai sebagai kain dililit/ hohop hohop waktu acara manortor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;II.Ulos Bintang Maratur, Ulos ini merupakan Ulos yang paling banyak kegunaannya didalam acara-acara yakni: Diberikan kepada anak yang memasuki rumah baru oleh orang tua, kalau diadat Toba Ulos ini diberikan waktu selamatan Hamil 7 Bulan oleh orang tua, tetapi lain halnya kalau di Tarutung Ulos ini yang diberikan waktu acara suka cita (“gembira”), Ulos ini juga diberikan kepada Pahompu yang baru lahir, parompa walaupun kebanyakan kasih mangiring apalagi yang maksudnya agar anak yang baru lahir diiringi anak selanjutnya, kemudian ulos ini dipakai untuk pahompu yang dibabtis dan juga dipakai untuk sebagai selendang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;III.Ulos Bolean, Ulos ini dipakai sebagai selendang pada acara-acara kedukaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;IV.Ulos Mangiring, Ulos ini dipakai selendang, Tali-tali, juga Ulos ini diberikan kepada anak cucu yang baru lahir terutama anak pertama yang dimaksud sebagai Simbol keinginan agar sianak diiringi anak yang seterusnya, bahkan Ulos ini dapat dipakai sebagai Parompa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;V.Ulos Padang Ursa, dipakai sebagai Tali-tali dan Selendang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;VI..Ulos Pinan Lobu-Lobu, dipakai sebagai Selendang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;VII. Ulos Pinuncaan, Ulos ini sebenarnya terdiri dari lima bagian yang ditenun secara terpisah yang kemudian disatukan dengan rapi hingga menjadi bentuk satu Ulos yang kegunaannya antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ulos ini dapat dipakai berbagai keperluan acara-acara duka cita atau suka cita, dalam acara adat ulos ini dipakai/ disandang oleh Raja-Raja Adat maupun oleh Rakyat Biasa selama memenuhi pedoman misalnya, pada pesta perkawinan atau upacara adat suhut sihabolonon/ Hasuhutonlah (“tuan rumah”) yang memakai ulos ini, kemudian pada waktu pesta besar dalam acara marpaniaran, ulos ini juga dipakai/ dililit sebagai kain/ hohop-hohop oleh keluarga hasuhuton, dan Ulos ini sebagai Ulos Passamot pada acara Perkawinan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;VIII,Ulos Ragi Hotang, Ulos ini biasa diberi kepada sepasang pengantin yang disebut sebagai Ulos Hela.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;IX.Ragi Huting, Ulos ini sekarang sudah Jarang dipakai, konon jaman orang tua dulu sebelum merdeka, anak-anak perempuan pakai Ulos Ragi Huting ini sebagai pakaian sehari-hari dililit didada (Hoba-hoba), dan kemudian dipakai orang tua sebagai selendang apabila bepergian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;X.Ulos Sibolang Rasta Pamontari, Ulos ini kalau jaman dulu dipakai untuk keperluan duka dan suka cita, tetapi pada jaman sekarang ini sibolang bisa dikatakan symbol duka cita, dipakai juga sebagai Ulos Saput (yang meninggal orang dewasa yang belum punya cucu), dan dipakai sebagai Ulos Tujung (Janda/Duda yang belum punya cucu), dan kemudian pada peristiwa duka cita Ulos ini paling banyak dipergunakan oleh keluarga dekat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;XI.Ulos Sibunga Umbasang dan Ulos Simpar, dipakai sebagai Selendang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;XII.Ulos Sitolu Tuho, Ulos ini dipakai sebagai ikat kepala atau selendang wanita,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;XIII.Ulos Suri-suri Ganjang, dipakai sebagai Hande-hande pada waktu margondang, dan dipergunakan sebagai oleh pihak Hula-hula untuk manggabe i borunya karena itu disebut juga Ulos gabe-gabe.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;XIV.Ulos Ragi Harangan, pemakaiannya sama dengan Ragi Pakko.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;XV. Ulos Simarinjam sisi, dipakai sebagai kain, dan juga dilengkapi dengan Ulos Pinuncaan disandang dengan perlengkapan adat Batak sebagai Panjoloani yang memakai ini satu orang paling depan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;XVI. Ulos Ragi Pakko, dipakai sebagai selimut pada jaman dahulu dan pengantar wanita yang dari keluarga kaya bawa dua ragi untuk selimut yang dipergunakan sehari-hari, dan itu jugalah apabila nanti setelah tua meninggal akan disaput pakai Ragi ditambah Ulos lainnya yang disebit Ragi Pakko lantaran memang warnanya hitam seperti Pakko.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;XVII.Ulos Tumtuman, dipakai sebagai tali-tali yang bermotif dan dipakai anak yang pertama dari hasuhutan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;XVIII Ulos Tutur-Tutur, dipakai sebagai tali-tali dan sebagai Hande-hande yang sering diberikan oleh orang tua sebagai Parompa kepada cucunya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka dari jenis dan fungsi Ulos ini, disebut pengenalan jati diri orang batak sesuai Budaya dan Adatnya, dan orang Batak dikenal dari Ulos yang disandangnya, sian Tortornya bahkan dari Tungkot na.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Horassssss.!!!!!.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22188343968444945-5277753853419677111?l=cantiknyaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/feeds/5277753853419677111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/ulos-batak-dikenal-sebagai-jati-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/5277753853419677111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22188343968444945/posts/default/5277753853419677111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantiknyaindonesia.blogspot.com/2009/08/ulos-batak-dikenal-sebagai-jati-diri.html' title='&quot;Ulos Batak”, dikenal sebagai Jati diri orang Batak sesuai Budaya dan Adatnya.'/><author><name>Satria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239575004476326783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-JRlP4Ju2ew4/TdM9-JpXdqI/AAAAAAAAAU8/zzSjW2BN34E/s220/images7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xtfY9Kc0TLs/So97T3YqkWI/AAAAAAAAAAM/FV7qa3dSiXU/s72-c/ulos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
